Distopia
Media
Sebuah Opini (Kutipan Dari Buku
Distopia Tuhan Dan Imperialisme Abad 21 Yang Menawan Karya Izza A.R)
(Izza Auliyai
Rabby/18107030019)
Langit memang tidak memberi pertanda
kabut hitam. Tetapi, media memberikan suatu dystopia, menakutkan, menjadi mimpi
buruk.
Beberapa sarjana pengurai pemikiran Mc
Luhan, determinisme yang berarti menentukan, dan teknologi bisa kita
definisikan sebagai alat yang menunjang kehidupan manusia agar lebih efektif
dan efisien.
Mc Luhan, mengurai teorinya tentang
teknologi determinisme, pemikirannya bahwa kehidupan manusia tergantung dan
ditentukan oleh teknologi--jelas, kerbau dan traktor dalam membajak sawah akanlah
berbeda, bisa dilihat efektifitasnya.
Pernahkah kita berfikir tentang suatu
alat yang di mana dia dapat mengendalikan pikiran orang, kita tidak berbicara
tentang alat ajaib seperti dalam film Doraemon, tapi kita berbicara tentang
media, kekuatan media bisa dikatakan memiliki kekuatan yang sama seperti
alatnya Doraemon. Menuju ke teorinya Mc Luhan, istilah determinisme teknologi
berpengaruh sangat besar dalam masyarakat atau dengan kata lain kehidupan
manusia ditentukan oleh teknologi, menurutnya setiap penemuan baru di setiap
huruf angka hingga alat cetak, hingga media elektronik, mempengaruhi kehidupan
masyarakat.
We
shape our tools, and they in turn shape us
(Kita membentuk peralatan kita dan mereka pada gilirannya membentuk kita)
seperti traktor yang membentuk masyarakat Agraria, atau teknologi digital
membentuk masyarakat digital. Setiap teknologi memberikan peran masing-masing,
dan tentunya memberikan budaya baru tentang peradabannya.
Mcluhan memandang penemuan teknologi
sebagai perpanjangan dari 5 indra manusia. Anda bisa menemukan buku
dikemukakannya sebagai perpanjangan dari mata, roda perpanjangan dari kaki,
atau jaringan elektronik yang menjadi saraf saraf manusia. Tetapi intinya,
mereka ada untuk mempermudah.
Ia mengatakan, penemuan teknologi begitu
vital menjadi kepanjangan dan eksistensi dari manusia, mencari kekuatan
pengetahuan dan persepsi pikiran manusia, bahkan jika kita terka, media bukan
saja hadir untuk mempermudah kehidupan manusia, ya Bahkan bisa berfungsi
menjadi filter yang mampu mengatur, menafsirkan keberadaan manusia secara
sosial. Sebut saja ini ekspansi, bedanya jika ekspansi di masa lalu cara
wilayah, teknologi menjadi semacam "ekspansi" dalam ranah pengaruhnya
pada manusia.
Mcluhan bercerita kembali memberikan
penekanan Bagaimana tatanan masyarakat dibentuk oleh teknologi, faktor
penentunya adalah ah Tingkat kemampuan dan ketergantungan manusia pada
teknologi. Teknologi semacam Utopia bahkan dystopia sekaligus, teknologi Tak
ubahnya seperti pisau yang dapat digunakan untuk memotong daging atau Membunuh
diri sendiri.
Anda akan mendapatkan fakta, kemudahan
yang diberikan teknologi begitu memikat perhatian, Iya melipat jarak tanpa
surat, menggantikan kaki dengan roda, mempercepat dari berlarinya manusia, kini
manusia bisa terbang, dan jika anda kesepian Anda bisa minta digoda oleh Google
Assisten, ng akan membelikan rayuan manis nya, Bukan main memang teknologi
ibaratnya sayap yang menerbangkan manusia menuju kesuksesan.
Dystopianya, teknologi bisa membutakan,
globalisasi semakin tak terbendung, arus informasi mengalir ke hilir mudik ke
berbagai wilayah di penjuru dunia, kini Anda bisa mengetahui seluk beluk Amerika
tanpa perlu mengunjunginya?
Jika anda orang yang punya rasa ingin
tahu besar mungkin anda akan bertanya, jika arus informasi terus bertebaran,
Bukankah ini akan berakibat langsung dengan kebudayaan negara yang dilewatinya?
Kemudian para ilmuwan memberikan tafsir
sosial dari realita yang terjadi di abad 21, beralih dari mcluhan kita menuju
teori kultivasi. Kultivasi berarti penguatan, jika anda pernah menonton film
James Bond mungkin anda akan tahu bagaimana media dapat mempengaruhi pemikiran
manusia dengan doktrin doktrin yang disebar melalui satelit dan ditonton oleh
khalayak umum.
Ambil contoh pada sebuah televisi yang
membuat Anda nyaman, kita disuguhkan dengan pemandangan pendengaran dan suasana
yang begitu nyata tanpa harus pergi ke lapangan untuk menonton sepak bola, atau
ingin melihat keadaan benua Asia tanpa harus mengunjungi dan repot-repot
membeli tiket pesawat. Begitulah Utopia media memberikan kebahagiaan kepada
setiap manusia. Di mana ada putih di situ ada hitam, di mana ada inovasi di
situ ada Yang Tertinggal.
Dari tulisannya Mari kita coba berfikir,
Apa yang terjadi jika orang terus-menerus menonton tayangan yang menakutkan
Bukankah itu akan mempengaruhi psikis nya juga? hingga ia takut ke kamar mandi
saat malam telah tiba. Atau tentang vampire dan monster yang membuat orang
menjadi paranoid.
Mari kita hubungkan pada oposisi biner.
Berfikirlah tentang
Uang - sandingkan dengan media.
Jangkauan - dan
pengaruh.
Lalu iklan - dan
doktrin.
Mari kita bandingkan Bagaimana pengaruh
media terhadap jangkauan, jika anda sering membaca koran anda akan tahu
bagaimana media menjangkau semua kalangan anak muda kecil tua semuanya ia raih
dengan mudahnya, dan akan ditemui seorang ibu-ibu cenderung menonton acara
masak, si bapak yang nonton berita, dan anak-anak yang Menonton serial kartun.
Bukankah ini menjadi kesempatan emas bagi para industri untuk mengiklankan
medianya? Jawabannya adalah iya, selain menjangkau berbagai khalayak, media
massa juga dapat memberikan segmentasi yang jelas dan pengukuran yang akurat.
Dari ibu yang suka tayangan tentang memasak maka banyak pengiklan yang
mempromosikan alat-alat memasak, atau bapak dengan peralatan kantor nya atau
mungkin anak-anak dengan iklan mainan yang membuatnya merengek dan menangis
sepanjang hari.
Beginilah harus sosial dari media massa
mempengaruhi tatanan masyarakat begitu kuatnya. Mari kita ber anjut yang lebih
dalam lagi mengenai ideologi.
Jika anda seorang sarjana komunikasi
atau mahasiswa yang suka membaca buku, ini bukan berita lama yang
mencengangkan. Di masa lalu saat radio baru pertama kalinya menampakkan batang
hidungnya, ada orang yang menyiarkan siaran tentang alien yang menggemparkan
negerinya masyarakat pontang-panting berlarian di sana-sini terjadi kecemasan,
bahkan jika anda memperhatikan ini hanyalah serial fiktif, namun meskipun cuman
fiktif yang mampu membuat manusia ketakutan, membawa alien dari dunia fiktif
seakan datang ke dunia dimana kita berpijak sekarang.
Maka dalam pandangan postmodernisme,
kita bisa melihat media massa, televisi, internet, menjadi alat yang cocok
untuk membuat penjajahan yang disukai orang, sebegitu rapinya tanpa menumpahkan
darah namun tetap memiliki kekuatan untuk mengendalikan.
Kamu salah sini seperti bunglon yang
menyamar menjadi hijau di antara dedaunan. Cara aktivasi memiliki tahapan yang
di mana penggunaan bahkan tidak menyadari adanya proses indoktrinisasi.
Manusia akan dilanda oleh Dilema antara
informasi yang masuk lewat berbagai media, anime semua tergantung oleh persepsi
terhadap pesan pesan yang masuk ke dalam dirinya. Jika manusia yang nonton TV
seorang yang terpelajar maka akan skeptis, Aku seorang yang dididik agama akan
lebih filter pesan-pesan yang masuk ke dalam tubuhnya. Dalam konsep Ini
pengalaman dan persepsi menjadi titik tolak dan penentu antara Berhasil
tidaknya induk organisasi dari media tersebut.
Kultivasi
Motivasi atau disebut juga dengan analisis
kultivasi, merupakan teori yang mahsyur dalam peran media dalam mempengaruhi
khalayak.
Kultivasi memperkirakan dan jelaskan
pembentukan persepsi pengertian, bahkan kepercayaan, terhadap realitas yang
disiarkan oleh media massa. Seseorang terus-menerus dipapar oleh informasi,
Bukankah akan sama saja seperti paku yang semakin dibales semakin menancap?
Atau dengan kata lain kita memahami Bagaimana media menjadi perantara kita
untuk memahami realitas, atau mungkin stereotip.
Gerakan pertama perhatian yang amat
teramat panjang proses kumulatif pemaparan program berita atau sebagian program
televisi setiap hari, akan memberikan persepsi kepada manusia tentang
lingkungannya.
Ambil sebuah contoh jika banyak televisi
yang menayangkan tentang kriminalitas yang terjadi di masyarakat akan
memberikan gambaran simbolis mengenai lingkungan yang tidak aman penuh dengan
orang-orang jahat badut dengan pisau penculik dengan wajah kejam atau anak-anak
yang membawa bom, ini secara langsung akan memberikan dampak pada orang yang
menonton TV nya, kalam lah penuh rasa takut pada dirinya sehingga ia lebih
berhati-hati, tumbuhlah rasa takut rasa tidak aman yang akut.
Burung terbang dengan sayap maka
informasi terbang dengan media. Kan Bagaimana akhiran ya apakah informasi dari
media akan diterima oleh semua orang? Media adalah informasi, media melipat
jarak, media adalah jendela dunia.
Pepatah bijak mengatakan buku adalah
jendela dunia, Namun sepertinya di abad 21 kita bisa membuat peribahasa baru
media adalah jendela dunia, di mana petanya adalah remote, antena adalah
Kompas, dan sinyal adalah bahtera yang akan mengantarkanmu ke berbagai sisi
dunia. Prank Anda dapat melihat seluruh dunia lewat televisi atau telepon
genggam anda.
Bagaimana televisi, sebuah benda ajaib
berbentuk persegi dapat mempengaruhi sejumlah penonton dalam memandang dunia
dan akhirnya bertindak sesuai persepsinya, motivasi tatkala media dipandang
sebagai alat penentu yang menentukan jalan hidup manusia. Gerbner menjelaskan
ada beberapa tahapan yang menentukan seberapa kuatnya pengaruh media tergantung
dari 2 cara yakni mainstreaming dan resonansi. Orang tua cerdas ingin berkata
pada kita semua tentang terjadinya kultivasi untuk menyelamatkan planet
ini.
Mainstreaming
Bukalah kamus, Anda akan menemukan
mainstreaming yang secara populer berarti "arus utama".
Perkembangan zaman,
Media dengan jangkauan yang luas mampu menawarkan ke berbagai lapisan
masyarakat. Sehingga lahirlah iklan-iklan untuk memasarkan produk-produk
industri yang diproduksi, arus komersial hilir mudik mencapai hati dan pikiran manusia agar membelinya.
When
Consumerisme collab with Mass Media?
Orang zaman ke zaman sangat berhati-hati
dalam mengeluarkan uang,
penghematan adalah kunci untuk
terus bertahan hidup. Namun itu hanyalah sejarah di zaman yang telah usang. Sekarang lahir pemahaman pemborosan, dimana ia adalah hal yang yang dipandang positif. Apa itu? Yakni Konsumerisme.
Industri teruslah meningkatkan produksi
agar tetap hidup. Kan ketikan india massa terutama televisi hadir ini menjadi
ladang penghasilan. Konsumerisme hadir untuk memperboros kehidupan manusia.
Agama mengajarkan tentang penghematan, tetapi zaman makin edan, media massa
memberikan arus ombak yang berkebalikan, dizaman ini doktrin hedonisme, semakin
marak, bahwa semakin Anda banyak belanja, berpenampilan layaknya Ratu
Cleopatra, memiliki mobil mewah itu akan menentukan derajat dan martabat Anda sebagai
manusia. Ironis.
Ironis, Iklan memang membawa fungsi
komersial bagi industri. Televisi dipandang sebagai penebar benih yang sangat
luas, iklan adalah menebar benih, dan beberapa waktu berlalu, benih itu akan
muncul menumbuhkan kekayaan. Anak-anak akan merengek membeli mainan, seorang
Istri meminta Lipstik baru, dan Ayah ingin punya mainan berupa Mobil sport agar
terlihat lebih tampan. Inilah iklan, ketika pemborosan dipandang sebagai hal
yang positif, maka, inilah yang disebut Konsumerisme.
Tentu saja Media menyetujui adanya
periklanan, lagipula dari mana Televisi bisa terus hidup tanpa pendapatan dari
Iklan? Dan benar, Televisi sendiri adalah industri yang mencari pendapatan.
Bagaimana dengan Youtobe, Facebook,
Instagram?
Sebenarnya teori Kultivasu berlaku untuk televisi saja. Tetapi seiring perkembangan
zaman, Anda akan menemukan hal yang mirip dengan yang ada pada
televisi pada media sosial. Instagram, setelah anda
mengulir beberapa foto, akan menampilkan iklan, Youtube
jaman sekarang memiliki tanda kuning yang berarti adanya iklan yang terselip di
video yang anda tonton, dan facebook dengan facebookads-nya
menawarkan jasa periklanan dan dengan sedikit bayaran. Di manakah letak
imperialismenya? tentu saja di kantong anda, kantong
anda akan semakin menipis dan mungkin anda tak sempat menjadi seorang yang
dapat menabung untuk masa depan, menabung investasi berupa pendidikan yang
tinggi, atau memberi saham kalau uang anda akan habis untuk
membeli pakaian dan hal-hal mewah yang sebenarnya tak terlalu diperlukan. Dan
ini berakibat buat manusia yang menonton Televisi 4 jam atau lebih dalam
sehari.
Resonansi
Resonansi
berarti pemaparan tayangan televisi dengan tayangan yang sesuai dengan realita.
Ketika kehidupan sosial ditayangkan dengan kemegahan, maka jadilah angan-angan.
Apabila dengan hedonisme, maka dengan mudah doktrin agama tentang alam setelah
kematian bisa habis luluh. Beginilah televisi bekerja menjajah.
Sebab
akibat. Ini adalah teori modern. Corak pemikiran modern menggambarkan realitas
dengan pandangan positivistik/ sebab akibat, malas akan gagal, rajin pangkal
kaya. Maka, teori kultivasi berawal dari kekhawatiran terhadap kekuatan dan
jangkauan televisi setelah lahirnya radio beberapa dekade lalu.
Cultural
Imperialisme
Teori ini pertama kali dikemukakan oleh
Herb Schiller pada tahun 1973. Tulisan pertama Schiller yang dijadikan dasar
bagi munculnya teori ini adalah Communication and Cultural Domination. Teori
imperialisme budaya menyatakan bahwa negara Barat mendominasi media di seluruh
dunia ini. Ini berarti pula, media massa negara Barat juga mendominasi media
massa di dunia ketiga. Alasannya, media Barat mempunyai efek yang kuat untuk
mempengaruhi media dunia ketiga. Media Barat sangat mengesankan bagi media di
dunia ketiga. Sehingga mereka ingin meniru budaya yang muncul lewat media
tersebut. Dalam perspektif teori ini, ketika terjadi proses peniruan media
negara berkembang dari negara maju, saat itulah terjadi penghancuran budaya
asli di negara ketiga.
Ini tak terlalu jauh dari Kultivasi. Ini
hanya penyebarangan budaya atau ideologi karena semakin marak dan mudahnya
penyebaran informasi. Globalisasi semacam pesawat raksasa yang terbang dilangit dan dapat
dilihat siapa saja yang dibawahnya, Media Massa-lah yang berperan besar dalam
menampakkan dan menyebarkan arus informasi yang tak terbendung lagi. Afrika
dengan Film Black Panther telah
menyebar ke berbagai lini, Anda akan menemukan dalam Film itu bahwa jauh
dibawah tanah, ada kota teknologi yang sangat maju yang dipenuhi dengan logam
berharga bernama Vibranium, dan diatasnya hanya ada gubuk kecil primitif.
Percayakah? Inilah peradaban barat yang seakan mampu memberikan motivasi
sugestif yang membuat seorang merasa terpukau dan segera bergerak.
Dalam
konsep Penjajahan budaya akan dikenal istilah negara pertama (negara penjajah).
Istilah ini mengacu pada kekuatan dan ketenaran Negara Barat dengan teknologinya
yang mampu menginvasi dan menyebarkan pengaruh besarnya lewat media massa atau
internet. Lewat medium tadi, Anda akan menyaksikan tumpang tindih budaya satu
dengan budaya lainnya. Campur menyampur seperti sup buah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar