Senin, 09 Desember 2019

Distopia Media Massa dan Newmedia



Distopia Media

Sebuah Opini (Kutipan Dari Buku Distopia Tuhan Dan Imperialisme Abad 21 Yang Menawan Karya Izza A.R)
(Izza Auliyai Rabby/18107030019)

Langit memang tidak memberi pertanda kabut hitam. Tetapi, media memberikan suatu dystopia, menakutkan, menjadi mimpi buruk.
Beberapa sarjana pengurai pemikiran Mc Luhan, determinisme yang berarti menentukan, dan teknologi bisa kita definisikan sebagai alat yang menunjang kehidupan manusia agar lebih efektif dan efisien.
Mc Luhan, mengurai teorinya tentang teknologi determinisme, pemikirannya bahwa kehidupan manusia tergantung dan ditentukan oleh teknologi--jelas, kerbau dan traktor dalam membajak sawah akanlah berbeda, bisa dilihat efektifitasnya.
Pernahkah kita berfikir tentang suatu alat yang di mana dia dapat mengendalikan pikiran orang, kita tidak berbicara tentang alat ajaib seperti dalam film Doraemon, tapi kita berbicara tentang media, kekuatan media bisa dikatakan memiliki kekuatan yang sama seperti alatnya Doraemon. Menuju ke teorinya Mc Luhan, istilah determinisme teknologi berpengaruh sangat besar dalam masyarakat atau dengan kata lain kehidupan manusia ditentukan oleh teknologi, menurutnya setiap penemuan baru di setiap huruf angka hingga alat cetak, hingga media elektronik, mempengaruhi kehidupan masyarakat.
We shape our tools, and they in turn shape us (Kita membentuk peralatan kita dan mereka pada gilirannya membentuk kita) seperti traktor yang membentuk masyarakat Agraria, atau teknologi digital membentuk masyarakat digital. Setiap teknologi memberikan peran masing-masing, dan tentunya memberikan budaya baru tentang peradabannya.
Mcluhan memandang penemuan teknologi sebagai perpanjangan dari 5 indra manusia. Anda bisa menemukan buku dikemukakannya sebagai perpanjangan dari mata, roda perpanjangan dari kaki, atau jaringan elektronik yang menjadi saraf saraf manusia. Tetapi intinya, mereka ada untuk mempermudah.
Ia mengatakan, penemuan teknologi begitu vital menjadi kepanjangan dan eksistensi dari manusia, mencari kekuatan pengetahuan dan persepsi pikiran manusia, bahkan jika kita terka, media bukan saja hadir untuk mempermudah kehidupan manusia, ya Bahkan bisa berfungsi menjadi filter yang mampu mengatur, menafsirkan keberadaan manusia secara sosial. Sebut saja ini ekspansi, bedanya jika ekspansi di masa lalu cara wilayah, teknologi menjadi semacam "ekspansi" dalam ranah pengaruhnya pada manusia.
Mcluhan bercerita kembali memberikan penekanan Bagaimana tatanan masyarakat dibentuk oleh teknologi, faktor penentunya adalah ah Tingkat kemampuan dan ketergantungan manusia pada teknologi. Teknologi semacam Utopia bahkan dystopia sekaligus, teknologi Tak ubahnya seperti pisau yang dapat digunakan untuk memotong daging atau Membunuh diri sendiri.
Anda akan mendapatkan fakta, kemudahan yang diberikan teknologi begitu memikat perhatian, Iya melipat jarak tanpa surat, menggantikan kaki dengan roda, mempercepat dari berlarinya manusia, kini manusia bisa terbang, dan jika anda kesepian Anda bisa minta digoda oleh Google Assisten, ng akan membelikan rayuan manis nya, Bukan main memang teknologi ibaratnya sayap yang menerbangkan manusia menuju kesuksesan.

Dystopianya, teknologi bisa membutakan, globalisasi semakin tak terbendung, arus informasi mengalir ke hilir mudik ke berbagai wilayah di penjuru dunia, kini Anda bisa mengetahui seluk beluk Amerika tanpa perlu mengunjunginya?
Jika anda orang yang punya rasa ingin tahu besar mungkin anda akan bertanya, jika arus informasi terus bertebaran, Bukankah ini akan berakibat langsung dengan kebudayaan negara yang dilewatinya?
Kemudian para ilmuwan memberikan tafsir sosial dari realita yang terjadi di abad 21, beralih dari mcluhan kita menuju teori kultivasi. Kultivasi berarti penguatan, jika anda pernah menonton film James Bond mungkin anda akan tahu bagaimana media dapat mempengaruhi pemikiran manusia dengan doktrin doktrin yang disebar melalui satelit dan ditonton oleh khalayak umum.
Ambil contoh pada sebuah televisi yang membuat Anda nyaman, kita disuguhkan dengan pemandangan pendengaran dan suasana yang begitu nyata tanpa harus pergi ke lapangan untuk menonton sepak bola, atau ingin melihat keadaan benua Asia tanpa harus mengunjungi dan repot-repot membeli tiket pesawat. Begitulah Utopia media memberikan kebahagiaan kepada setiap manusia. Di mana ada putih di situ ada hitam, di mana ada inovasi di situ ada Yang Tertinggal.
Dari tulisannya Mari kita coba berfikir, Apa yang terjadi jika orang terus-menerus menonton tayangan yang menakutkan Bukankah itu akan mempengaruhi psikis nya juga? hingga ia takut ke kamar mandi saat malam telah tiba. Atau tentang vampire dan monster yang membuat orang menjadi paranoid.

Mari kita hubungkan pada oposisi biner.

Berfikirlah tentang Uang - sandingkan dengan media.
Jangkauan - dan pengaruh.
Lalu iklan - dan doktrin.

Mari kita bandingkan Bagaimana pengaruh media terhadap jangkauan, jika anda sering membaca koran anda akan tahu bagaimana media menjangkau semua kalangan anak muda kecil tua semuanya ia raih dengan mudahnya, dan akan ditemui seorang ibu-ibu cenderung menonton acara masak, si bapak yang nonton berita, dan anak-anak yang Menonton serial kartun. Bukankah ini menjadi kesempatan emas bagi para industri untuk mengiklankan medianya? Jawabannya adalah iya, selain menjangkau berbagai khalayak, media massa juga dapat memberikan segmentasi yang jelas dan pengukuran yang akurat. Dari ibu yang suka tayangan tentang memasak maka banyak pengiklan yang mempromosikan alat-alat memasak, atau bapak dengan peralatan kantor nya atau mungkin anak-anak dengan iklan mainan yang membuatnya merengek dan menangis sepanjang hari.
Beginilah harus sosial dari media massa mempengaruhi tatanan masyarakat begitu kuatnya. Mari kita ber anjut yang lebih dalam lagi mengenai ideologi.
Jika anda seorang sarjana komunikasi atau mahasiswa yang suka membaca buku, ini bukan berita lama yang mencengangkan. Di masa lalu saat radio baru pertama kalinya menampakkan batang hidungnya, ada orang yang menyiarkan siaran tentang alien yang menggemparkan negerinya masyarakat pontang-panting berlarian di sana-sini terjadi kecemasan, bahkan jika anda memperhatikan ini hanyalah serial fiktif, namun meskipun cuman fiktif yang mampu membuat manusia ketakutan, membawa alien dari dunia fiktif seakan datang ke dunia dimana kita berpijak sekarang.
Maka dalam pandangan postmodernisme, kita bisa melihat media massa, televisi, internet, menjadi alat yang cocok untuk membuat penjajahan yang disukai orang, sebegitu rapinya tanpa menumpahkan darah namun tetap memiliki kekuatan untuk mengendalikan.
Kamu salah sini seperti bunglon yang menyamar menjadi hijau di antara dedaunan. Cara aktivasi memiliki tahapan yang di mana penggunaan bahkan tidak menyadari adanya proses indoktrinisasi.
Manusia akan dilanda oleh Dilema antara informasi yang masuk lewat berbagai media, anime semua tergantung oleh persepsi terhadap pesan pesan yang masuk ke dalam dirinya. Jika manusia yang nonton TV seorang yang terpelajar maka akan skeptis, Aku seorang yang dididik agama akan lebih filter pesan-pesan yang masuk ke dalam tubuhnya. Dalam konsep Ini pengalaman dan persepsi menjadi titik tolak dan penentu antara Berhasil tidaknya induk organisasi dari media tersebut.

Kultivasi


Motivasi atau disebut juga dengan analisis kultivasi, merupakan teori yang mahsyur dalam peran media dalam mempengaruhi khalayak.
Kultivasi memperkirakan dan jelaskan pembentukan persepsi pengertian, bahkan kepercayaan, terhadap realitas yang disiarkan oleh media massa. Seseorang terus-menerus dipapar oleh informasi, Bukankah akan sama saja seperti paku yang semakin dibales semakin menancap? Atau dengan kata lain kita memahami Bagaimana media menjadi perantara kita untuk memahami realitas, atau mungkin stereotip.
Gerakan pertama perhatian yang amat teramat panjang proses kumulatif pemaparan program berita atau sebagian program televisi setiap hari, akan memberikan persepsi kepada manusia tentang lingkungannya.
Ambil sebuah contoh jika banyak televisi yang menayangkan tentang kriminalitas yang terjadi di masyarakat akan memberikan gambaran simbolis mengenai lingkungan yang tidak aman penuh dengan orang-orang jahat badut dengan pisau penculik dengan wajah kejam atau anak-anak yang membawa bom, ini secara langsung akan memberikan dampak pada orang yang menonton TV nya, kalam lah penuh rasa takut pada dirinya sehingga ia lebih berhati-hati, tumbuhlah rasa takut rasa tidak aman yang akut.
Burung terbang dengan sayap maka informasi terbang dengan media. Kan Bagaimana akhiran ya apakah informasi dari media akan diterima oleh semua orang? Media adalah informasi, media melipat jarak, media adalah jendela dunia.

Pepatah bijak mengatakan buku adalah jendela dunia, Namun sepertinya di abad 21 kita bisa membuat peribahasa baru media adalah jendela dunia, di mana petanya adalah remote, antena adalah Kompas, dan sinyal adalah bahtera yang akan mengantarkanmu ke berbagai sisi dunia. Prank Anda dapat melihat seluruh dunia lewat televisi atau telepon genggam anda.
Bagaimana televisi, sebuah benda ajaib berbentuk persegi dapat mempengaruhi sejumlah penonton dalam memandang dunia dan akhirnya bertindak sesuai persepsinya, motivasi tatkala media dipandang sebagai alat penentu yang menentukan jalan hidup manusia. Gerbner menjelaskan ada beberapa tahapan yang menentukan seberapa kuatnya pengaruh media tergantung dari 2 cara yakni mainstreaming dan resonansi. Orang tua cerdas ingin berkata pada kita semua tentang terjadinya kultivasi untuk menyelamatkan planet ini. 
Mainstreaming
Bukalah kamus, Anda akan menemukan mainstreaming yang secara populer berarti "arus utama".
Perkembangan zaman, Media dengan jangkauan yang luas mampu menawarkan ke berbagai lapisan masyarakat. Sehingga lahirlah iklan-iklan untuk memasarkan produk-produk industri yang diproduksi, arus komersial hilir mudik mencapai hati dan pikiran manusia agar membelinya.
When Consumerisme collab with Mass Media?
Orang zaman ke zaman sangat berhati-hati dalam mengeluarkan uang,   penghematan adalah kunci untuk terus bertahan hidup. Namun itu hanyalah sejarah di zaman yang telah usang. Sekarang lahir pemahaman pemborosan, dimana ia adalah  hal yang yang dipandang positif. Apa itu? Yakni Konsumerisme.
Industri teruslah meningkatkan produksi agar tetap hidup. Kan ketikan india massa terutama televisi hadir ini menjadi ladang penghasilan. Konsumerisme hadir untuk memperboros kehidupan manusia. Agama mengajarkan tentang penghematan, tetapi zaman makin edan, media massa memberikan arus ombak yang berkebalikan, dizaman ini doktrin hedonisme, semakin marak, bahwa semakin Anda banyak belanja, berpenampilan layaknya Ratu Cleopatra, memiliki mobil mewah itu akan menentukan derajat dan martabat Anda sebagai manusia. Ironis.
Ironis, Iklan memang membawa fungsi komersial bagi industri. Televisi dipandang sebagai penebar benih yang sangat luas, iklan adalah menebar benih, dan beberapa waktu berlalu, benih itu akan muncul menumbuhkan kekayaan. Anak-anak akan merengek membeli mainan, seorang Istri meminta Lipstik baru, dan Ayah ingin punya mainan berupa Mobil sport agar terlihat lebih tampan. Inilah iklan, ketika pemborosan dipandang sebagai hal yang positif, maka, inilah yang disebut Konsumerisme.
Tentu saja Media menyetujui adanya periklanan, lagipula dari mana Televisi bisa terus hidup tanpa pendapatan dari Iklan? Dan benar, Televisi sendiri adalah industri yang mencari pendapatan.
Bagaimana dengan Youtobe, Facebook, Instagram?
Sebenarnya teori Kultivasu berlaku untuk televisi saja. Tetapi seiring perkembangan zaman, Anda akan menemukan hal yang mirip dengan yang ada pada televisi pada media sosial. Instagram, setelah anda mengulir beberapa foto, akan menampilkan iklan, Youtube jaman sekarang memiliki tanda kuning yang berarti adanya iklan yang terselip di video yang anda tonton, dan facebook dengan facebookads-nya menawarkan jasa periklanan dan dengan sedikit bayaran. Di manakah letak imperialismenya? tentu saja di kantong anda, kantong anda akan semakin menipis dan mungkin anda tak sempat menjadi seorang yang dapat menabung untuk masa depan, menabung investasi berupa pendidikan yang tinggi, atau memberi saham kalau uang anda akan habis untuk membeli pakaian dan hal-hal mewah yang sebenarnya tak terlalu diperlukan. Dan ini berakibat buat manusia yang menonton Televisi 4 jam atau lebih dalam sehari.
Resonansi
Resonansi berarti pemaparan tayangan televisi dengan tayangan yang sesuai dengan realita. Ketika kehidupan sosial ditayangkan dengan kemegahan, maka jadilah angan-angan. Apabila dengan hedonisme, maka dengan mudah doktrin agama tentang alam setelah kematian bisa habis luluh. Beginilah televisi bekerja menjajah.
Sebab akibat. Ini adalah teori modern. Corak pemikiran modern menggambarkan realitas dengan pandangan positivistik/ sebab akibat, malas akan gagal, rajin pangkal kaya. Maka, teori kultivasi berawal dari kekhawatiran terhadap kekuatan dan jangkauan televisi setelah lahirnya radio beberapa dekade lalu.

Cultural Imperialisme


Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Herb Schiller pada tahun 1973. Tulisan pertama Schiller yang dijadikan dasar bagi munculnya teori ini adalah Communication and Cultural Domination. Teori imperialisme budaya menyatakan bahwa negara Barat mendominasi media di seluruh dunia ini. Ini berarti pula, media massa negara Barat juga mendominasi media massa di dunia ketiga. Alasannya, media Barat mempunyai efek yang kuat untuk mempengaruhi media dunia ketiga. Media Barat sangat mengesankan bagi media di dunia ketiga. Sehingga mereka ingin meniru budaya yang muncul lewat media tersebut. Dalam perspektif teori ini, ketika terjadi proses peniruan media negara berkembang dari negara maju, saat itulah terjadi penghancuran budaya asli di negara ketiga.
Ini tak terlalu jauh dari Kultivasi. Ini hanya penyebarangan budaya atau ideologi karena semakin marak dan mudahnya penyebaran informasi. Globalisasi semacam pesawat raksasa yang terbang dilangit dan dapat dilihat siapa saja yang dibawahnya, Media Massa-lah yang berperan besar dalam menampakkan dan menyebarkan arus informasi yang tak terbendung lagi. Afrika dengan Film Black Panther telah menyebar ke berbagai lini, Anda akan menemukan dalam Film itu bahwa jauh dibawah tanah, ada kota teknologi yang sangat maju yang dipenuhi dengan logam berharga bernama Vibranium, dan diatasnya hanya ada gubuk kecil primitif. Percayakah? Inilah peradaban barat yang seakan mampu memberikan motivasi sugestif yang membuat seorang merasa terpukau dan segera bergerak.
Dalam konsep Penjajahan budaya akan dikenal istilah negara pertama (negara penjajah). Istilah ini mengacu pada kekuatan dan ketenaran Negara Barat dengan teknologinya yang mampu menginvasi dan menyebarkan pengaruh besarnya lewat media massa atau internet. Lewat medium tadi, Anda akan menyaksikan tumpang tindih budaya satu dengan budaya lainnya. Campur menyampur seperti sup buah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar