

Resensi
Buku :
Judul
buku : Psikologi komunikasi
Penulis
: Drs. Jalaluddin Rakhmat, M.Sc.
Penerbit
: Pt Remaja Rosdakarya
Tahun
terbit : Oktober 2008
Cetakan
: Ke-26, 2008
Jumlah
hlm : Xiii+332 hlm.
Jumlah
bab : 7 bab
Ukuran
buku : 20,5 × 28 cm
Buku ini bermaksud untuk meneliti hasil penelitian Susan
Curtis.genie penting dari dua hal genie. Pertama,
komunikasi amat esensial guna pertumbuhan kepribadian, termasuk kurangnya
komunkasi akan menghambat pertumbuhan kepribadian. Kedua, komuikasi amat erat terkait dengan perilaku dan kesadaran
manusia.
Dalam sejarah perkembangannya komunikasi awalnya di
kembangkan oleh peneliti psikologi. Mereka adalah sarjana-sarjana psikologi,
berikut di antaranya Wilbur Schramm (1980: 73-82) sarjana psikologi. Kurt Lewin
ahli psikologi dinamika kelompok. Untuk definisi komunikasi, Dance (1970)
menghimpun tidak kurang dari 98 definisi komunikasi. Definisi-definisi tersebut
dilatarbelakangi berbagai perspektif: mekanistis, sosiologistis,dan
psikologistis. Dance mengartikan komunikasi dalam kerangka psikologi behaviorisme
sebagai usaha menimbulkan respons melalui lambang-lambang verbal,ketika
lambang-lambang vebal tersebut bertindak sebagai stimuli.
Banyak teori dalam ilmu komunikasi dilatarbelakangi
konsepsi-konsepsi psikologi tentang manusia. Toeri-teori persuasi sudah lama
menggunakan konsepsi psikoanalisis yang melukiskan manusia sebagai mahluk yang
di gerakkan oleh keinginan-keinginan terpendam (Homo Volens). Karakteristik
komunikan manusia dipengaruhi beberapa faktor. Manusia bukan sekedar mahluk
biologis yang membutuhkan makanan-minuman,istirahat, kebutuhan memelihara
kelangsungan hidup akan tetapi prilaku manusia pun merupakan bawaan biologis.
Selain mahluk biologis,manusia juga mahluk sosial di mana dalam proses sosial
pun ikut mempengaruhi karakteristik. Komponen yang mempengaruhinya adalah
komponen kognitif,komponen afektif dan komponen psikomotorik.
Komunikasi begitu esensial dalam masyarakat, sehingga
setiap orang yang belajar tentang manusia mesti sesekali waktu menolehnya.
Komunikasi telah ditelaah dari berbagai segi: antropologi, biologi, ekonomi,
sosiologi, linguistik, psikologi, politik, matematik, engineering,
neurofisiologi, filsafat, dan sebagainya. Sosiologi mempelajari komunikasi
dalam konteks interaksi sosial, dalam mencapai tujuan-tujuan kelompok.
Ruang Lingkup Psikologi Komunikasi
Hovland,
Janis, dan Kelly, semuanya psikolog, mendefinisikan komunikasi sebagai ”the
process by which an individual (the communicator) transmits stimuli (usually
verbal) to modify the behavior of other individuals (the audience). Dance
mengartikan komunikasi dalam kerangka psikologi behaviorisme sebagai usaha
“menimbulkan respon melalui lambang-lambang verbal.” Kamus psikologi,
menyebutkan enam pengertian komunikasi.
1. Penyampaian perubahan energi dari satu tempat ke
tempat yang lain seperti dalam sistem saraf atau penyampaian
gelombang-gelombang suara.
2. Penyampaian atau penerimaan sinyal atau pesan oleh
organisme.
3. Pesan yang disampaikan
4. (Teori Komunikasi) Proses yang dilakukan satu sistem
yang lain melalui pengaturan sinyal-sinyal yang disampaikan.
5. (K.Lewin) Pengaruh suatu wilayah persona pada wilayah
persona yang lain sehingga perubahan dalam satu wilayah menimbulkan peribahan
yang berkaitan pada wilayah lain.
6. Pesan pasien kepada pemberi terapi dalam psikoterapi.
Psikologi
mencoba menganalisa seluruh komponen yang terlibat dalam proses komunikasi.
Pada diri komunikasi, psikologi memberikan karakteristik manusia komunikan
serta faktor-faktor internal maupun eksternal yang mempengaruhi perilaku
komunikasinya. Pada komunikator, psikologi melacak sifat-sifatnya dan bertanya:
Apa yang menyebabkan satu sumber komunikasi berhasil dalam mempengaruhi orang
lain, sementara sumber komunikasi yang lain tidak? Psikologi juga tertarik pada
komunikasi diantara individu: bagaimana pesan dari seorang individu menjadi
stimulus yang menimbulkan respon pada individu lainnya. Komunikasi boleh
ditujukan untuk memberikan informasi, menghibur, atau mempengaruhi. Persuasif
sendiri dapat didefinisikan sebagai proses mempengaruhi dan mengendalikan
perilaku orang lain melalui pendekatan psikologis.
Penggunaan Psikologi Komunikasi dalam komunikasi yang efektif.
Fisher menyebut empat ciri :
- Sensory
receptionof stimuli (penerimaan stimuli secara inderawi).
- Internal
mediation of stimuli (proses yang mengantarai stimulus dan renspon).
-
Prediction of response (prediksi respon).
-
Reinforment of responses (peneguhan respon).
Pengertian, yakni
penerimaan yang cermat berupa stimulus
dari komunikator
Kesenangan, bahwa, tidak
semua komunikasi bertujuan menyampaikan informasi. inclusion,
control, affection. Kebutuhan sosial adalah kebutuhan
untuk manumbuhkan dan mempertahankan hubungan yang memuaskandengan orang lain
dalam hal interaksi dan asosiasi (inclusion), pengendalian kekuasaan (control),
dan cinta serta kasih sayang (affection).
Memengaruhi sikap, berupa
komunikasi persuasif, beberapa disebabkan kontinuitas.
Hubungan Sosial yang baik, yakni
komunikasi yang ditujukan guna menumbuhkan hubungan sosial yang baik,
dimotivasi oleh kebutuhan sosial.
Tindakan, hasil nyata. Menimbulkan tindakan nyata memang
indicator efektivitas yang paling penting. Karena untuk menimbulkan tindakan,
kita harus berhasil lebih dahulu menanamkan pengertian, membentuk dan mengubah
sikapatau menumbuhkan hubungan yang baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar