Senin, 09 Desember 2019

Essay Broadcasting


Sample Audiens.
Head-sterling mengatakan bahwa, tugas mengumpulkan data mengenai perilaku audien pada suatu Negara sangatlah sulit dilakukan tanpa melakukan penyederhanaan yang luar biasa. Menyebutkan pula bahwa riset rating menerapkan sample atas 3 aspek guna menyederhanakan pekerjaan yang meliputi sample perilaku, waktu,  dan orang.
Sample perilaku adalah rangkaian tindakan menghidupkan pesawat televise, memilih stasiun televise, dan mematikan pesawat televise, penelitian atas penggunaan pesawat televise ini memiliki kelemahan yaitu :
Tidak memberikan informasi mengenai sikap audiens itu sendiri terhadap seseuatu program, apakah audien menyukai suatu program atau sebaliknya.
Sample waktu merupakan bentuk penyederhanaan yang dilakukan peneliti berdasarkan kenyataan bahwa program siaran ditayangkan berdasarkan waktu yang teratur.
Sample Orang yaitu pemilihan beberapa ratus orang untuk mewakili pilihan program. Misalnya, alat pemantau siaran televise yang dipasang pada sekitar rumah. Perusahaan rating biasanya memberikan perhatian khusus kepada res[ponden yang akan dipilih menjadi sample agar mereka bersedia bekerja sama dan terus memberikan informasi yang diminta lembaga rating.
Penarikan Sample
Salah satu hal menarik dalam penelitian atau riset audiens adalah dapat memperkirakan sifat-sifat dari ratusan ribu orang dengan mempelajari dan mengamati sebagian kecil jumlah orang sebagian kecil yang diamati ini disebut dengan sample, objek penelitiaan ini disebut satuan analisis. Sample yang dapat menjamin ketepatan, kesimpulan adalah sample yang benar-brnar representatif dalam penelitian social paling tidak ada dua rancangan sample penelitian yaitu, rancangan sample probabilitas dan rancangan sample nonprobabilitas.
Rancangan sample prbabilitas
Artinya, penarikan sampled didasarkan atas pemikiran bahwa keseluruhan unit, populasi memliki kesempatan yang sama untuk dijadkkan sample.
Rancangan sample nonprobabilitas
Penelitian memilih sample berdasarkan pertimbangan tertentu sehingga diperoleh sample pertimbangan (judgement sampling) teknik sampling ini melibatkan semua unsur populasi yang dibagi dalam kelas, kategori, atau kelompok (strata) teknik sampling berstrata adalah penggunaan perwakilan berimbang, peneliti harus mengenal lebih dahuku ciri-ciri tertentu dari populasi yang ada, ciri-ciirnya disebut, sample frame.
Kelemahan rating kesalahan yang sering terjadi, adalah terlalu mnegagungkan hasil rating dan mengenggap laporan hasil rating sebagai segala-galanya. Para pengguna rating cenderung bertindak berlebihan dengan mengganghgap seolah-olah perbedaan angka rating sekecil apapun memberikan efek atau dampak yang signifikan. Beberapa kelemahan riset rating :
1.      Cenderung mengabaikan kelompok audiens teratas, terbawah, dan kelompok minoritas lainnya.
2.      Jumlah sample yang sangat kecil juga menjadi kelemahan riset rating
3.      Kelemahannya yang lain adalah upaya ayng dilakukan stasiun penyiaran di Amerika untuk menayangkan program-program terbaik selama periode pelaksanaan riset rating.
Riset Nonrating
Program inibanyak digunakan untuk mengetahui tanggapan orang terhadap sesuatu program yaitu acara yang belum disiarkan, riset ini meneliti alas an-alasan subjektif perilaku audiens terhadap program. Riset nonrating pada dasarnya tida terlalu menekankan pada jumlah responden yang dianggap mewakili keseluruhan populasi, riset ini mencoba meneliti sikap orang terhadap suatu program sehingga dinamakan juga riset sikap audiens atau anttitudinal research
Focus Group
Dalam penelitian ini, peneliti harus mengumpulkan sejumlah responden sebanyak sepuluh hingga dua belas orang untuk membashas berbagai aspek. Head sterling menyebut penelitian focus group ini dengan nama program analysis yang bertujuan untuck :
1.      Memperkirakan pengaruh dari suatu program baru
2.      Mengumpulkan pandangan-[andangan untuk memperbaiki cerita
Salah satu kelebihan peneliti melalui focus group adaalah mudah dilakukan dimana saja dan tidak membutuhkan biaya besar. Keuntungan utama adalah kecepatannya, produser atau programmer dapat memperoleh reaksi secara langsung oleh responden. Menurut Vane-Gross terdapat dua kelemahan yaitu, pertama jumlah responden yang terbatas, kedua adanya pandangan salah satu responden yang dapat mempengaruhi responden lain.

Mini-theater test
Suatu ruang pertunjukan dimana mereka bisa mencatatatkan kesukaan atau ketidaksukaan tehadap suatu program dalam penelitian ini sebanya dua puluh lima hingga tiga puluh responden terpilih diundang keruang pertunjukkan yang sudah dilengkapi peralatan khusus yaitu, program analizer kelemahan penelitian mini-tester adalah adanya kecendrungan peserta yang bersigfat standar atau normal. Perbaikan dilaksanakan dengann cara melakukan edit ulang atau bahkan mengulangi pengambilan gambar.

Cable Based research
Lembaga penelitian ini biasanya telah memiliki kerja sama dengan televisai local kelemahannya adalah lokasi resit yang tidak alamiah sedangkan riset ini menggunakan fasilitas publoik dan muah terpngaruh oleh tanggapa khalayak atau gangguan yang fapat mempengharuhi keputusan setelah program ditayangkan peneliti akan menelpon responden untuk melakukan wawancara berdasarkan kuesioner yang sudah disiapkan.

Riset telepon
Riset telepon memiliki keterbatasan untukmengetahui reaksi syuatu program televise riset telepon ini mmilii dua tujuan utama yaitu. Yang pertama mengukur apakah audien sudah cukup mengenal dengan suatu program dan para pemainnya, yang kedua mengukur tingkat daya tarik suatu program.  Programmer biasanya m enggunakan hasil riset untuk menentukan daya Tarik intrinsic program, maka programmer dapat meminta untuk dilakukan riset terhadap program.
Riset Radio.
Riset radio merupakan salah satu aspaek penting bagi keberhasilan stasiun radio. Lanhgkah-langkah penelitian yang dilakukan haruslah tetap sama. Menurut Van-Gross riset audien radio harus memahami dua hal :
1.      Daya Tarik dari setiap format siaran
2.      Efektifitas biaya berbagai format.
Tahapan pekerjaan yang harus dilakukan dalam penelitian audien radio :
1.      Informasi Demografis
2.      Gaya hidup
3.      Penjualan kaset/CD
Peneliti juga harus mengumpulkan informasi yang meliputi data-data mengenai :
1.      Program apa saja yang disiarkan stasiun radio lainnya
2.      Peringkat (rating) dari seluruh stasiun radio
3.      Daya jangkau siaran dari setiap stasiun radios
Program radio juga memilikihambatan atau kelemahan yaitu, responden tidak terlalu semangat menghabiskan waktunya untuk menjawab berbagai pertanyaan melalui telepon, kedua. Lagu-lagu yang diperdengarkan melalui telepon memiliki kualitas yang tidak bagus, karena memiliki tingkat kejernihan atau fidelity yang rendah.

Jenis riset radio
Stasiun radio memiliki tipe atau jenis riset tertentu yaiktu antara lain,
Format siaran
Untuk mempertimbangkan, mengubah format siaran dapat melakukan riset untuk menentukan format apa ynag harus dipilih. Metode penelitian focus group sering digunakan untuk menentukan format siaran ini, namu, jika format yang dipilih jumlahnya terbatas misalnya hanya tiga atau empat maka peneliti dapat menggunakan riset telepon.
Pilihan music

Programmer biasanya sudah mengetahui lagu-lagu apa yang cocok untuk format siaran radionya riset ini dilakukan diauditorium dengan mengundang sejumlah para penggemar stasiun radio untuk medengarkan dan menentukan lagu yang cocok dengan format siaran stasiun bersangkutan riset melalui telepon dapat dilakukan jika jumlah lagunya tidak banyak dan hanya berupa cuplikan.
            Campuran Musik
            Merupakan riset untuk menentukan riset yang dibutuhkan dan sesuai denag selera audien dalam jenis riset ini responden akan diperdengarkan sejumlah rekaman yang masing-masing berisi campuran lagu dan iklana serta diminta untuk menentukan titik campuran yang palingg disukai dalam riset ini responden diminta pendapatnya atas susunan atau urutan lagu.
            Musik yang ditinggalkan
            Yaitu lagu yang ditinggalkan yang tidak perlu lagi diputar di stasiun radio. Pendengar radio cenderung untuk beralih ke radio lain ketika ia mendengar yang menurutnya sudah terlalu sering didengar. Menurut Veni-Gross dengan menentukan terlebih dahulu lagu-lagu yang ditinggalkan suatu stasiun dapat melindungi serta menyelamatkan stasiun dari kehilangan pendengarnya denagan cara membuang satu lagu sebelum lagu itu membuang audiens. Programmer stasiun radio harus memperkirakan lebih dulu lagu-lagu apa saja yang akan segera “Basi” dan menggantinya dengan lagu yang lain. Dengan cara memutar beberapa lagu dan korespinden meminta pendapat tentang lagu tersebut.
            Perceptual call-out
            Riset ini digunakan untuk selain program lagu, mencari suatu efektivitas ataupun popularitas suatu program seperti talkshow dan lainnya. Riset ini dilakukan dengan menelepon pendengar,
            Lyfe style analisys
            Pengelola radio yang baik adalah yang mengetahui dan mencoba kesukaan audiensnya, maka riset ini meneiliti keadaan dimana audiens melakukan kegiatan diluar mendengarkan radio. Selain membandingkan satu audiens satu dengan lainnya, ini juga berguna untuk mengetahui suatu gaya hidup para pendengar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar