Sample
Audiens.
Head-sterling mengatakan bahwa, tugas mengumpulkan
data mengenai perilaku audien pada suatu Negara sangatlah sulit dilakukan tanpa
melakukan penyederhanaan yang luar biasa. Menyebutkan pula bahwa riset rating
menerapkan sample atas 3 aspek guna menyederhanakan pekerjaan yang meliputi
sample perilaku, waktu, dan orang.
Sample
perilaku adalah
rangkaian tindakan menghidupkan pesawat televise, memilih stasiun televise, dan
mematikan pesawat televise, penelitian atas penggunaan pesawat televise ini
memiliki kelemahan yaitu :
Tidak memberikan informasi mengenai sikap audiens itu
sendiri terhadap seseuatu program, apakah audien menyukai suatu program atau
sebaliknya.
Sample
waktu merupakan bentuk
penyederhanaan yang dilakukan peneliti berdasarkan kenyataan bahwa program
siaran ditayangkan berdasarkan waktu yang teratur.
Sample
Orang yaitu pemilihan
beberapa ratus orang untuk mewakili pilihan program. Misalnya, alat pemantau
siaran televise yang dipasang pada sekitar rumah. Perusahaan rating biasanya
memberikan perhatian khusus kepada res[ponden yang akan dipilih menjadi sample
agar mereka bersedia bekerja sama dan terus memberikan informasi yang diminta
lembaga rating.
Penarikan
Sample
Salah satu hal menarik dalam penelitian atau riset
audiens adalah dapat memperkirakan sifat-sifat dari ratusan ribu orang dengan
mempelajari dan mengamati sebagian kecil jumlah orang sebagian kecil yang
diamati ini disebut dengan sample, objek penelitiaan ini disebut satuan
analisis. Sample yang dapat menjamin ketepatan, kesimpulan adalah sample yang
benar-brnar representatif dalam penelitian social paling tidak ada dua
rancangan sample penelitian yaitu, rancangan sample probabilitas dan rancangan
sample nonprobabilitas.
Rancangan
sample prbabilitas
Artinya, penarikan sampled didasarkan atas pemikiran
bahwa keseluruhan unit, populasi memliki kesempatan yang sama untuk dijadkkan
sample.
Rancangan
sample nonprobabilitas
Penelitian memilih sample berdasarkan pertimbangan
tertentu sehingga diperoleh sample pertimbangan (judgement sampling) teknik sampling ini melibatkan semua unsur
populasi yang dibagi dalam kelas, kategori, atau kelompok (strata) teknik sampling berstrata adalah penggunaan perwakilan
berimbang, peneliti harus mengenal lebih dahuku ciri-ciri tertentu dari
populasi yang ada, ciri-ciirnya disebut, sample
frame.
Kelemahan
rating kesalahan yang
sering terjadi, adalah terlalu mnegagungkan hasil rating dan mengenggap laporan
hasil rating sebagai segala-galanya. Para pengguna rating cenderung bertindak
berlebihan dengan mengganghgap seolah-olah perbedaan angka rating sekecil
apapun memberikan efek atau dampak yang signifikan. Beberapa kelemahan riset
rating :
1.
Cenderung mengabaikan kelompok audiens teratas,
terbawah, dan kelompok minoritas lainnya.
2.
Jumlah sample yang sangat kecil juga menjadi kelemahan
riset rating
3.
Kelemahannya yang lain adalah upaya ayng dilakukan
stasiun penyiaran di Amerika untuk menayangkan program-program terbaik selama
periode pelaksanaan riset rating.
Riset Nonrating
Program
inibanyak digunakan untuk mengetahui tanggapan orang terhadap sesuatu program
yaitu acara yang belum disiarkan, riset ini meneliti alas an-alasan subjektif
perilaku audiens terhadap program. Riset nonrating pada dasarnya tida terlalu
menekankan pada jumlah responden yang dianggap mewakili keseluruhan populasi,
riset ini mencoba meneliti sikap orang terhadap suatu program sehingga
dinamakan juga riset sikap audiens atau anttitudinal
research
Focus Group
Dalam
penelitian ini, peneliti harus mengumpulkan sejumlah responden sebanyak sepuluh
hingga dua belas orang untuk membashas berbagai aspek. Head sterling menyebut
penelitian focus group ini dengan nama program analysis yang bertujuan untuck :
1.
Memperkirakan pengaruh dari suatu program baru
2.
Mengumpulkan pandangan-[andangan untuk memperbaiki
cerita
Salah satu
kelebihan peneliti melalui focus group adaalah mudah dilakukan dimana saja dan
tidak membutuhkan biaya besar. Keuntungan utama adalah kecepatannya, produser
atau programmer dapat memperoleh reaksi secara langsung oleh responden. Menurut
Vane-Gross terdapat dua kelemahan yaitu, pertama jumlah responden yang
terbatas, kedua adanya pandangan salah satu responden yang dapat mempengaruhi
responden lain.
Mini-theater test
Suatu ruang
pertunjukan dimana mereka bisa mencatatatkan kesukaan atau ketidaksukaan
tehadap suatu program dalam penelitian ini sebanya dua puluh lima hingga tiga
puluh responden terpilih diundang keruang pertunjukkan yang sudah dilengkapi
peralatan khusus yaitu, program analizer kelemahan penelitian mini-tester
adalah adanya kecendrungan peserta yang bersigfat standar atau normal.
Perbaikan dilaksanakan dengann cara melakukan edit ulang atau bahkan mengulangi
pengambilan gambar.
Cable Based research
Lembaga
penelitian ini biasanya telah memiliki kerja sama dengan televisai local
kelemahannya adalah lokasi resit yang tidak alamiah sedangkan riset ini
menggunakan fasilitas publoik dan muah terpngaruh oleh tanggapa khalayak atau
gangguan yang fapat mempengharuhi keputusan setelah program ditayangkan
peneliti akan menelpon responden untuk melakukan wawancara berdasarkan
kuesioner yang sudah disiapkan.
Riset telepon
Riset
telepon memiliki keterbatasan untukmengetahui reaksi syuatu program televise
riset telepon ini mmilii dua tujuan utama yaitu. Yang pertama mengukur apakah
audien sudah cukup mengenal dengan suatu program dan para pemainnya, yang kedua
mengukur tingkat daya tarik suatu program.
Programmer biasanya m
enggunakan hasil riset untuk menentukan daya Tarik intrinsic program, maka
programmer dapat meminta untuk dilakukan riset terhadap program.
Riset Radio.
Riset radio
merupakan salah satu aspaek penting bagi keberhasilan stasiun radio.
Lanhgkah-langkah penelitian yang dilakukan haruslah tetap sama. Menurut
Van-Gross riset audien radio harus memahami dua hal :
1.
Daya Tarik dari setiap format siaran
2.
Efektifitas biaya berbagai format.
Tahapan
pekerjaan yang harus dilakukan dalam penelitian audien radio :
1.
Informasi Demografis
2.
Gaya hidup
3.
Penjualan kaset/CD
Peneliti
juga harus mengumpulkan informasi yang meliputi data-data mengenai :
1.
Program apa saja yang disiarkan stasiun radio lainnya
2.
Peringkat (rating) dari seluruh stasiun radio
3.
Daya jangkau siaran dari setiap stasiun radios
Program
radio juga memilikihambatan atau kelemahan yaitu, responden tidak terlalu
semangat menghabiskan waktunya untuk menjawab berbagai pertanyaan melalui
telepon, kedua. Lagu-lagu yang diperdengarkan melalui telepon memiliki kualitas
yang tidak bagus, karena memiliki tingkat kejernihan atau fidelity yang rendah.
Jenis riset radio
Stasiun
radio memiliki tipe atau jenis riset tertentu yaiktu antara lain,
Format siaran
Untuk
mempertimbangkan, mengubah format siaran dapat melakukan riset untuk menentukan
format apa ynag harus dipilih. Metode penelitian focus group sering digunakan
untuk menentukan format siaran ini, namu, jika format yang dipilih jumlahnya
terbatas misalnya hanya tiga atau empat maka peneliti dapat menggunakan riset
telepon.
Pilihan music
Programmer biasanya sudah mengetahui lagu-lagu apa yang cocok untuk
format siaran radionya riset ini dilakukan diauditorium dengan mengundang
sejumlah para penggemar stasiun radio untuk medengarkan dan menentukan lagu
yang cocok dengan format siaran stasiun bersangkutan riset melalui telepon
dapat dilakukan jika jumlah lagunya tidak banyak dan hanya berupa cuplikan.
Campuran Musik
Merupakan riset untuk
menentukan riset yang dibutuhkan dan sesuai denag selera audien dalam jenis
riset ini responden akan diperdengarkan sejumlah rekaman yang masing-masing
berisi campuran lagu dan iklana serta diminta untuk menentukan titik campuran
yang palingg disukai dalam riset ini responden diminta pendapatnya atas susunan
atau urutan lagu.
Musik yang ditinggalkan
Yaitu lagu yang
ditinggalkan yang tidak perlu lagi diputar di stasiun radio. Pendengar radio
cenderung untuk beralih ke radio lain ketika ia mendengar yang menurutnya sudah
terlalu sering didengar. Menurut Veni-Gross dengan menentukan terlebih dahulu
lagu-lagu yang ditinggalkan suatu stasiun dapat melindungi serta menyelamatkan stasiun
dari kehilangan pendengarnya denagan cara membuang satu lagu sebelum lagu itu
membuang audiens. Programmer stasiun radio harus memperkirakan lebih dulu
lagu-lagu apa saja yang akan segera “Basi” dan menggantinya dengan lagu yang
lain. Dengan cara memutar beberapa lagu dan korespinden meminta pendapat
tentang lagu tersebut.
Perceptual call-out
Riset ini digunakan
untuk selain program lagu, mencari suatu efektivitas ataupun popularitas suatu
program seperti talkshow dan lainnya. Riset ini dilakukan dengan menelepon
pendengar,
Lyfe style analisys
Pengelola
radio yang baik adalah yang mengetahui dan mencoba kesukaan audiensnya, maka
riset ini meneiliti keadaan dimana audiens melakukan kegiatan diluar
mendengarkan radio. Selain membandingkan satu audiens satu dengan lainnya, ini
juga berguna untuk mengetahui suatu gaya hidup para pendengar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar