Izza Auliyai Rabby / Ilmu Komunikasi 2018/
18107030019
Sapta Sabda dan Kursi untuk Millenial
Nadiem akan mendengarkan dan berbincang dengan para para pakar
pendidikan yang sudah mumpuni di bidangnya. "Saya di sini bukan untuk jadi guru, tapi jadi murid. Saya
mulai dari nol. Saya akan belajar sebanyak-banyaknya," kata dia. Karena bukan berlatar pendidikan,
Nadiem berharap para dirjen dapat memahami bila dirinya berproses di
Kemendikbud. "Saya mohon satu hal bagi dirjen dan tim saya, mohon sabar
dengan saya walaupun bukan latar pendidikan. Tapi saya murid yang cukup
baik," kata Nadiem.
Nadiem adalah kalangan Millenial yang
mumpuni di bidang ekonomi, namanya mengangkasa seiring naiknya Gojek ke
panggung ekonomi Indonesia, startup menjadi momok hangat perbincangan
muda-mudi, dan kini, Gojek menjadi salah satu decacorn, yaps valuasi 10
Juta Dollar adalah angka yang fantastis untuk Indonesia.
Lalu? Bagaimana dengan tampuk kepemimpinan
dibawah Nadiem si Millenial? Lalu, apa alasan Jokowi menyampirkan pangkat “menteri
pendidikan” pada pria berkaca mata itu? Setidaknya ada 7 perkara yang bisa
dijadikan argumen kenapa para Millenial pantas untuk unjuk gigi dalam panggung
politik Indonesia.
Pertama, Generasi digital native pun turut
memengaruhi perkembangan industri, yang tengah gencar-gencarnya didengungkan
revolusi industri 4.0. Pendidikan, tidak terkecuali menjadi bidang yang
mengalami perubahan.
Kedua, Disrupsi, Rhenald Khasali
mengemukakan, setiap satu dekade, akan ada lapangan pekerjaan yang
pasang-surut, dan Millenial adalah generasi yang selalu update, sudah
menjadi pengetahuan umum, Media sosial adalah kendaraan Millenial dewasa ini,
bahkan mendekati kebutuhan pokok.
Ketiga, the eksplotion of data, ledakan
data, terutama pada Big Data, menyebabkan 3 aspek besar pada manajemen data
yang dapat dikelola millenial, volume, variety, velocity, adalah momok
baru yang harus dihadapi di Abad 21, inilah disrupsi, menghapuskan pekerjaan
kemampuan rendah-repetitif, tetapi lahir lapangan pekerjaan kompleks-dinamis.
Keempat, Banyak orang meyakini jika
pendidikan tinggi tidak selalu membawa pada jenjang pekerjaan yang lebih baik.
Paham ini juga dipercaya oleh generasi millennial. Meski begitu, mereka rupanya
tidak main-main dalam urusan pendidikan. Kehidupan nyata dan sekolah menjadi
pendidikan utama mereka. Generasi millennial pada akhirnya memilih bersekolah
tinggi sekaligus melakukan perjalanan untuk bisa mendapatkan ilmu baru.
Kelima, era Job seeker bukanlah
favorit Millenial, mereka adalah Job Creator. Generasi millennial menjadi salah satu generasi yang dianggap
mandiri. Kenapa? Karena generasi ini senang mencari uang dengan usaha sendiri.
Nggak heran kalau pada usia 28 tahun saja mereka sudah bisa menjadi CEO.
Generasi millennial tidak senang bekerja dengan orang lain, sehingga mereka
memutuskan untuk mendirikan bisnis sendiri atau menjadi entrepreneur.
Salah satu celah yang mereka manfaatkan adalah digital karena mereka tumbuh dan
berkembang dengan internet, peluang yang dicari pun tak jauh-jauh dari dunia
ini.
Keenam, Pendidikan, terkesan rapuh dan
berkiblat pada Revolusi Industri 3.0, sedangkan ruang dan waktu menuntut
pendidikan yang dapat menyesuaikan realisme 4.0 yang dinamis nan sulit ditebak,
maka HOTS adalah sistem paling “seksi” untuk diterapkan. HOTS bukan mata
pelajaran, bukan juga soal ujian, tambah Abduhzen. HOTS adalah tujuan akhir
yang dicapai melalui pendekatan, proses dan metode pembelajaran. Kekeliruan
memahami konsep HOTS akan berdampak pada kesalahan model pembelajaran yang
makin tidak efektif dan tidak produktif.
Terakhir, Millenial tidak Kolonial,
Millenial tidak kompetitif, tapi kolaboratif. Generasi millenial mempunyai
tujuh sifat dan perilaku sebagai berikut: millenial lebih percaya informasi
interaktif daripada informasi searah, millenial lebih memilih ponsel dibanding
TV, millenial wajib punya media social, millenial kurang suka membaca secara
konvensional, millenial lebih tahu teknologi dibanding orangtua mereka,
millenial cenderung tidak loyal namun bekerja efektif, serta millenial mulai
banyak melakukan transaksi secara cashless.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar