Senin, 09 Desember 2019

Jurnalisme Lintas Ruang Waktu


Jurnalisme Lintas Ruang Dan Waktu

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Prodi Ilmu Komunikasi 2018

Disusun Oleh :
Izza Auliyai Rabby : 18107030019

Dosen Pengampu :
Bpk. Luqman Nusa


Pendahuluan :
      
            Kata jurnalisme berasal dari kata “journal” yang artinya catatan harian, sedangkan  dalam bahasa latin berarti orang yang melakukan pekerjaan jurnalistik.    Jurnalistik merupakan kegiatan mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi. Jurnalisme pada prakteknya telah ada prakteknaya berabad-abad silam, Bahkan pada masa Kenabian. Jurnalisme selalu berkembang mengikuti arus perkembangan zaman. Jurnalisme pada masa ke masa memiliki ciri khas sistematika dan metodologi yang berbeda pada setiap zamannya, dari masa Kenabian hingga masa Modern. Setiap adanya perkembangan teknologi maka secara langsung mempengaruhi sistematika dan pendistribusian suatu berita pada komunikan. Maka dalam makalah yang sederhana ini Penulis mencoba memeparkan dan menganalisis setiap perkembangan Jurnalisme masa ke masa.

            Jurnalisme Pada Masa Kenabian Terdahulu Sebelum Nabi Muhammad SAW.
            Jurnalisme pada masa ini sangatlah jauh dari kata modernitas. Maka sistematika pun otomatis berbeda. Dalam sejarah islam cikal bakal Jurnalistik yang pertama kali di dunia adalah pada zaman nabi Nuh saat banjir besar melanda kaumnya, Nabi Nuh mengutus seekor burung dara keluar kapal untuk memantau keadaan air apakah air bah sudah surut dan kemungkinan adanya makanan. Sang burung melihat daun dan ranting pohon zaitun yang tampak muncul ke permukaan air, ranting itu dipatuk dan dibawa pulang ke kapal nabi nuhpun berkesimpulan bahwa air bah sudah mulai surut. Kabar itupun disampaikan kepada penumpang kapal. Atas dasar fakta tersebut nabi Nuh dianggap sebagai pencari berita dan penyiar kabar atau wartawan pertama kali di dunia. Selain itu dalam Alquran Allah mengabadikan tentan peran burung dalam perjuangan li’ilahi kalimatillah. Burung Hud-Hud pada zaman Nabi Sulaiman mengadakan perjalanan tanpa sepengatehuan nabi SUlaiman AS, selaku raja, pemimpin sekaligus Rasul. Dalam perjalanan Ia mendapati suatu kerajaan yang indah dipimpin oleh wanita cantik bernama ratu Bilqis. Kemudian Ia melihat ratu beserta rakyatnya tidak menyembah Allah, justru mereka menyembah matahari. Maka seekor burung Hud-Hud tersebut menemui nabi Sulaiman AS dan menceritakan semua peristiwa yang Ia saksikan di kerajaan Bilqis mendengar laporan burung Hud_hud nabi sulaiman segara mengirimkan sebuah surat kepada ratu bilqis dengan diawali kalimat basmallah yang intinya mengajak ratu bilqis beserta rakyatnya untuk masuk agamanya. Singkat cerita ratu bilqis dan rakyatnya mengikuti ajarannya.[1].

Jurnalisme Pada Masa Kenabian Muhammad SAW.
 
         Islam Memberikan Kontribusi besar dalam perkembangan Jurnalisme, Menurut kitab Sirah Nabawiyyah Karya Ibnu Hisyam, Nabi Muhammad SAW menjadi Agent of change pada masanya. Nabi Muhammad SAW memberantas kebutaan huruf dan pada wahyu pertama QS. Al-Alaq Ayat satu disebutkan bahwa Iqro berarti bacalah. Selanjutnya perkembangan Jurnalistik pun berkembang pesat pasca Kenabian Muhammmad SAW, terutama pada klarifikasi dan metodologi yang ketat dalam pengumpulan Wahyu baik Alquran ataupun Alhadits. Pada masa ini Jurnalistik masih disampaikan dari mulut ke mulut saja.

Perkembangan Jurnalisme Pada Masa Eropa.

                Jurnalisme pada masa Eropa pertama kali ada saat Jurnalisme pertama kali terjadi di masa kekaisaran Romawi kuno masa pemerintahan kaisar Julius Caesar (100-44 SM). Dikenal dengan sebutan “Acta Diurna”, yaitu papan pengumuman yang diyakini sebagai jurnalistik pertama di dunia. Julius Caes juga dikenal dengan “Bapak Pers Dunia”.
Pada sekitar abad 17-18 penerbitan surat kabar dan majalah untuk publik muncul pertama kalinya di wilayah Eropa Barat, Inggris dan Amerika Serikat. Bangsa barat baru mengenal kertas beberapa ratus tahun setelah orang Arab menggunakannya. Pabrik kertas pertama di Eropa di bangun pada 1276 M di Italia. Dokumen kertas tertua yaitu Mozarab Misa dari abad ke 11, kertas dibuat dengan menggunakan kulit pohon linen. Pada sekitar abad 17-18 penerbitan surat kabar dan majalah untuk publik muncul pertama kalinya di wilayah Eropa Barat, Inggris dan Amerika Serikat. Setelah itu  muncul lah berbagai jenis surat kabar yang ada di dunia.

Perkembangan  Jurnalisme di China

            Jurnalisme di Eropa menggunakan system Jurnalisme Otoriter, yakni semua Jurnalisme harus mengikuti kemauan Pemerintah kala itu. . Pers harus mendukung kebijakan pemerintah dan mengabdi kepada negara. Dalam sistem pers otoriter, kebebasan pers tidak dibutuhkan lagi, begitu juga dengan adanya suatu organisasi pekerja media yang sifatnya independen. Prinsip teori ini adalah bahwa negara memiliki kedudukan lebih tinggi daripada individu dalam skala nilai kehidupan sosial.
 Pembuatan surat kabar pertama oleh King Pao. Yang mengabarkan titah kaisar.  Penemuan kertas pada tahun 105, pada masa Dinasti Han (202-220 SM). Pada masa dinasti Shang (1600 – 1050 SM) dan dinasti  Zhou (1050 SM – 256) di China kuno, dokumen umumnya ditulis di lembaran tulang atau bambu (bisa berupa lempengan maupun lembaran bambu yang di jahit kemudian digulung).

Perkembangan Awal Jurnalisme di Indonesia, Masa Penjajahan

          Pada tahun 1619 diterbitkan surat kabar berjudul “Memories der neverlles” (tulis tangan). Surat kabar pada masa itu bebahasa Belanda. Pada tahun 1901 terbit surat kabar berbahasa Indonesia ‘Warta Berita’. Seluruh media jurnalistik memuat kritik terhadap keberadaan Belanda di Indonesia.

            Pada masa penjajahan Jepang, surat kabar surat kabar dipaksa bergabung menjadi satu sesuai rencana Jepang. Kabar yang boleh dimuat hanya kabar yang pro-Jepang.

Perkembangan Jurnalisme pada masa Orde Lama

            Pertamakali pers keberadaannya sangat didukung oleh pemerintah, karena fungsinya untuk mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah namun akhirnya media pers mendapat banyak pengekangan dari pemerintah itu sendiri karena penentangan dari pihak pers Indonesia terhadap pers Belanda. Pada masa orde lama, kebebasan pers mengalami penekanan karena berkaitan dengan keputusan yang tercantum pada UUD 1945 yang menjamin kebebasan berpikir, menyatakan pendapat dan memperoleh penghasilan.

Perkembangan Jurnalisme pada masa Orde Baru

            Pada masa kemiliteran, media pers digunakan untuk mengeksploitasi segala keburukan PKI. Digunakan juga untuk mengungkan kejahatan politik masa presiden Soekarno. Sehingga kemiliteran angkatan darat yang dipimpin Soeharto lebih mudah dalam menjatuhkan presiden Soekarno

           Pada masa awal Orde Baru, eksistensi media pers berkembang sehingga muncul banyak media pers baru di Indonesia. Ketika kekuasaan presiden sudah kuat muncul PWI (persatuan Wartawan Indonesia) yang dibuat sebagai tangan kanan pemerintah. Terjadi penangkapan jurnalis dan pembredelan pada tahu 1974. Dunia pertelevisian dilarang menyiarkan kritik terhadap pemerintah dan diharuskan menyiarkan berita pro terhadap presiden Soeharto, begitu juga pada radio dan surat kabar.

Perkembangan  Jurnalisme Pasca Reformasi
  1. Tahun 1945-1950
Terjadi perebutan kekuasaan dalam berbagai bidang salah satunya pers,
2.      Tahun 1950- 1960
Pers sebagai alat propaganda partai politik.
3.      Tahun 1970
Pers mengalami depotitisasi dan komersialisasi pers 1973.
4.      Tahun 1980
1982 departemen penerangan mengeluarkan peraturan menteri penerangan No. 1 tahun 1984 tentang Surat Izin Pernerbitan Pers (SIUPP). Dengan adanya SIUPP ini pers sangat mudah untuk di tutup dan diberhentikan kegiatannya.
  1. Tahun 1990
Pers menentang pemerintah dengan membuat artikel yang kritis terhadap tokoh dan kebijakan orde baru. Tahun 1992
6.      Tahun 1998-1999
Pers mengalami pembebasan UU No. 40 Tahun 1999 tentang pers dipermudahnya pengurusan SIUPP. Berdasarkan pasal 33 UU No. 40 tahun 1999 tentang pers, fungsi pers adalah sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial. Dan pasal tersebut dapat mengambil kesimpulan bahwa pers bebas dalam menyebarkan tayangan tersebut bermanfat bagi masyarakat yang melihatnya dan sesuai dengan norma sosial agama dan budaya masyarakat. Dan diharapkan tidak menimbulan perpecahan masyarakat yang dapat menimbulkan disentergrasi bangsa.

            Pasca reformasi dunia jurnalistik menjadi bebas/tidak terkekang. Medianya semakin berkembang dari waktu ke waktu. Tahun 1998 media surat kabar mulai muncul dan berkembang pesat. lalu tahun 2000 mulai muncul media elektronik seperti radio dan televise swasta. Tahun 2004 hingga sekarang (Era digitalisasi) dunia jurnalistik berkembang pesat dan semakin canggih dengan adanya new media seperti media media online sehingga masyarakat umum bisa menjadi jurnalis untuk berita online.

Kesimpulan :
                      Jurnalisme seiring berkembangnya zaman melewati banyak rintangan dalam menyampaikan aspirasinya, seiring perubahan zaman Jurnalisme juga mengalami perubahan karena faktor teknologi yang datang. Jurnalisme juga diatur melalui topografi wilayah tertentu, dengan misi penggunaan Jurnalisme sesuai dengan Ideologi suatu wilayah tersebut. Peran Jurnalisme sangatlah mempengaruhi keadaan social suatu wilayah. Jurnalistik dapat menjadi alat pendukung atau justru senjata makan tuan.
                                                                                                      


Daftar Pustaka
- Hisyam, Ibnu. 2018. Sirah Nabawiyyah. Journal online pdf
- Nurudin. 2009. Jurnalisme Masa Kini, PT RajaGrafindo Persada ; Jakarta
- Jones, Janet. Salter, 2012 .Lee. Digital Journalism : Sage Publications : Jakarta
Journal Online :
·         Wikipedia

                   





[1] Ali, Muhammad. Sejarah para Nabi. 2007. Jakarta : Darul kutubil Islamiyah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar