Senin, 09 Desember 2019

“PIKIRAN SOSIAL, PENGARUH SOSIAL, DAN HUBUNGAN SOSIAL”


Paper
“PIKIRAN SOSIAL, PENGARUH SOSIAL, DAN HUBUNGAN SOSIAL”



Disusun Oleh :
Izza Auliyai Rabby
(18107030019)

UINS SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUMANIORA
PRODI ILMU KOMUNIKASI  (A) 2018




ABSTRAK

Lembaga sosial dipelajari oleh konstruksi sosial termasuk agama, keluarga, pernikahan, jenis kelamin,
"Sakit" psikologis dll. Dari perspektif konstruksi sosial, dapat dijelaskan bahwa tidak mungkin bagi seseorang untuk menghilangkan fenomena yang terjadi di masyarakat, dan proses internalisasi mungkin bisa memberi pengaruh pada seseorang. Kemampuan dalam menentukan bobot atau ringannya keberadaan sifat dan karakteristik Fenomena yang ada dengan proses eksternalisasi itu sendiri akan membentuk realitas objektif. Dalam proses ini seseorang dapat menempatkan dirinya dalam pandangan dunia intersubjektif. Dimana dalam pandangan dunia yang bisa menghasilkan proses adalah objektivitas pada proses subyektif yang bermakna.
Dalam kehidupan, individu merupakan makhluk sosial yang tidak bisa terlepas dari pengaruh sosial yang mempengaruhi bagaimana individu tersebut berperilaku terhadap lingkungannya. Pengaruh sosial adalah usaha untuk mengubah sikap, kepercayaan (belief), persepsi atau pun tingkah laku satu atau beberapa orang lainnya. Contoh pengaruh sosial adalah perkelahian pelajar yang termasuk dalam konformitas.
Hubungan sosial adalah hubungan timbal balik antara individu yang satu dengan individu yang lain, saling memengaruhi dan didasarkan pada kesadaran untuk saling menolong.
PENDAHULUAN
Kontruksi sosial memiliki arti yang luas dalam ilmu sosial. Hal ini biasanya dihubungkan pada pengaruh sosial dalam pengalaman hidup individu. Asumsi dasarnya pada “realitas adalah kontruksi sosial” dari Berger dan Luckmann. Selanjutnya dikatakan bahwa kontruksi sosial memiliki beberapa kekuatan. Pertama, peran sentral bahasa memberikan mekanisme konkret, dimana budaya mempengaruhi pikiran dan tingkah laku individu. Kedua, kontruksi sosial dapat mewakili kompleksitas dalam satu budaya tunggal, hal ini tidak mengasumsikan keseragaman. Ketiga, hal ini bersifat konsisten dengan masyarakat dan waktu. Konformitas adalah suatu bentuk pengaruh sosial di mana individu mengubah sikap dan tingkah lakunya agar sesuai dengan norma sosial (Baron,Byne, dan Branscombe, 2008 dalam Sarwono & Meinarno 2009). Selain itu dalam pengaruh sosial juga terdapat compliance yaitu bagaimana teknik agar orang lain mengikuti permintaan yang kita ajukan serta Obedience (kepatuhan) dimana individu berperilaku karena peraturan memiliki kekuatan yang kuat. Individu melakukan tingkah laku tersebut berdasarkan keputusan antara kebutuhan dan keinginan dengan tuntutan atau keadaan sosial agar dapat bertahan hidup serta melakukan penyesuaian diri terhadap peraturan sehingga bisa diterima dalam lingkungan sosialnya. Setiap individu pasti melakukan hubungan social karena pada hakikatnya manusia diciptakan sebagai makhluk social yang tidak akan lepas dari interaksi social atau kontak social dengan indvidu atau kelompok yang lain.

PEMBAHASAN
Memahami dunia sosial yang sudah diobjektivasikan dan menghadapinya sebagai suatu faktivitas di luar kesadaran, belum dapat dikatakan sebagai suatu internalisasi. Proses internalisasi lebih merupakan penyerapan kembali dunia objektif ke dalam kesadaran sedemikian sehingga subjektif individu dipengaruhi oleh struktur dunia sosial. Macam-macam unsur dari dunia yang diobjektivasikan akan ditangkap sebagai gejala realitas di luar kesadarannya sekaligus sebagai gejala internal bagi kesadaran. Melalui internalisasi manusia menjadi hasil masyarakat. Dunia pengalaman individual tidak dipisahkan dari dunia sosial sebagaimana diutarakan oleh Berger dan Luckmann (1990:1). Selanjutnya dinyatakan bahwa realitas terbentuk secara sosial, dan sosiologi ilmu pengetahuan harus menganalisa bagaimana proses itu terjadi. Keduanya mengakui adanya realitas objektif, dengan membatasi realitas sebagai kualitas yang berkaitan dengan fenomena yang dianggap berada di luar kemauan kita (sebab sesungguhnya fenomena tersebut tidak dapat dihindarkan). Berger menegaskan pula bahwa realitas kehidupan sehari-hari memiliki dimensi-dimensi subjektif dan objektif. Manusia merupakan instrumen dalam menciptakan realitas sosial yang objektif melalui proses eksternalisasi, sebagaimana manusia mempengaruhinya melalui proses internalisasi (yang mencerminkan realitas subjektif). Melalui proses internalisasi atau sosialisasi inilah individu menjadi anggota masyarakat. Berger dan Luckmann (1990:130) menguraikan sosialisasi primer sebagai sosialisasi awal yang dialami individu pada saat kecil, saat dikenalkan pada dunia sosial objektif. Individu berhadapan dengan orang yang sangat berpengaruh (orang tua atau pengganti orang tua), dan bertangung jawab terhadap sosialisasi anak. Batasan realitas yang berasal dari orang lain yang sangat berpengaruh itu dianggap oleh si anak sebagai realitas objektif. Mengingat bahwa realitas yang ada tidak mungkin diserap dengan sempurna, maka si anak akan menginternalisasi penafsirannya terhadap realitas tersebut. Setiap orang memiliki “versi” realitas yang dianggapnya sebagai cermin dari dunia objektif. Bertolak dari masalah tersebut Berger dan Luckmann menekankan pada keberadaan realitas sosial berganda. Meskipun terdapat hubungan simetris antara realitas subjektif dan objektif, kedua realitas tersebut tidak identik.
Kelompok social merupakan salah satu bentuk hubungan social, salah satunya adalah Gemeinsraft. Gemeinschaft( paguyuban) ialah bentuk kehidupan bersama yg berdasarkan ikatan batin yg murni, bersifat alamiah, dan kekal. Hubungan antarmanusia dalam gemeinschaft tidak didasarkan untung rugi. Lembaga merupakan suatu system hubungan social dan ikatan teroganisir yg memiliki tujuan memenuhi kebutuhan hidup atau kepentingan tertentu di masyarakat. Lembaga dasar yang teramat penting adalah keluarga, keagamaan, politik, perekonomian, dan pendidikan. Lembaga-lembaga itu saling memengauhi satu sama lain. Bentuk hubungan social dapat juga terbentuk atas dasar kelas social. Kelas social ialah kelompok-kelompok masyarakat yg terbentuk karena perbedaan penghormatandan status social. Kemudian yang terakhir adalah, hubungan Gender, Hubungan gender yaitu hubungan social antara laki-laki dan perempuan yg dapat salaing membantu atau sebaliknya.
Konformitas Secara sadar atau tidak individu dalam kehidupan mengikuti peraturan yang ada dalam lingkungan sosialnya. Seperti saat memilih pakaian, seseorang cenderung mengikuti tren pakaian yang ada dalam masyarakat. Sebenarnya bisa saja orang tersebut memilih pakaian menurut pilihannya sendiri, namun ia lebih memilih pakaian yang sesuai atau yang sedang tren dalam lingkungan, hal inilah yang disebut konformitas. Konformitas adalah suatu bentuk pengaruh sosial di mana individu mengubah sikap dan tingkah lakunya agar sesuai dengan norma sosial (Baron,Byne, dan Branscombe,2008 dalam Sarwono & Meinarno 2009). Misal ketika seseorang berada dalam suatu kelompok, ia akan cenderung mengikuti norma sosial yang berlaku dalam kelompok tersebut. Norma sosial merupakan aturan yang mengatur bagaimana individu berperilaku. (Sarwono dan Meinarno,2009) Norma sosial ada dua yaitu injuctive norms dan descriptive norms.

PENUTUP
 Manusia dalam berinteraksi akan membuat dan menggunakan simbol-simbol, hal ini oleh Berger dan Luckmann diistilahkan externalization. Dalam kehidupan, pengaruh sosial sangat berpengaruh terhadap diri individu dan dalam bertingkah laku,seperti mengubah suatu sikap, kepercayaan, persepsi atau pun tingkah lakunya agar dapat diterima oleh lingkungan sosialnya. Pengaruh sosial terjadi dalam setiap lingkungan dimana individu berada.

DAFTAR PUSTAKA
Sarwono, W. Sarlito, Meinarno, A. Eko, 2009. Psikologi Sosial. Jakarta: Salemba Humanika.
Mursanto Riyo. 1993. Peter Berger Realitas Sosial Agama. Dalam Diskursus Kemasyarakatan dan Kemanusiaan. Penyunting. Tim Redaksi Driyarkara. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. Poloma M.M. 1994. Sosiologi Kontemporer. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
media/publications/76686-ID-konstruksi-sosial
www.slideshare.net

Tidak ada komentar:

Posting Komentar